wisata keluarga di museum kereta api ambarawa

wisata keluarga di museum kereta api ambarawa

Museum Kereta api Ambarawa adalah salah satu Museum yang memiliki banyak koleksi kereta kelengkapan yang pernah kemuliaan di masa lalu, masa kolonial. Destinasi ini cocok untuk digunakan sebagai wisata keluarga yang cocok untuk anda kunjundi. Namun seiring dengan perkembangan waktu serta teknologi Museum Kereta api Ambarawa dikonversi menjadi sebuah museum yang menjadi salah satu wisata sejarah di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.


Di museum ini terdapat kereta api uap bergerigi yang sangat unik dan merupakan satu dari tiga uap kereta yang tersisa di dunia. Dua dari mereka berada di India dan Swiss. Salah satu kereta uap dengan lokomotif nomor B 2502 dan B 2503 dibuat oleh Maschinenfabriek Esslingen, dan B 5112 dibuat oleh Hannoversche Maschinenbau AG di museum ini sampai sekarang masih fungsi dan dapat menjalankan aktivitas sebagai kereta wisata.
Selain berbagai koleksi unik sebelumnya, Railway Museum adalah juga masih ada berbagai jenis lokomotif uap dari seri B, C, D untuk jenis CC yang terbesar (CC 5029, Schweizerische Lokomotiv und Maschinenfabrik / Swiss lokomotif dan mesin bekerja) di pelataran museum.
Pengunjung atau wisatawan ketika mereka tiba di museum ini dapat menikmati sensasi naik kereta tua, kereta uap bergerigi dengan bahan bakar kayu. Nikmati pemandangan indah sepanjang rel Ambarawa-Bedono pp atau Ambarawa-Tuntang pp dan juga dapat memilih jalur lara Ambarawa-Tuntang Wisata pp.
Keunikan akan pernah ditemukan di Stasiun lain, kereta wisata dengan jurusan Ambarawa – Bedono pp atau biasa dikenal sebagai Wisata pegunungan Ambarawa kereta dijalankan dari Ambarawa menuju stasiun Bedono kereta dengan jarak 35 km dan memakan waktu 1 jam untuk tiba di Stasiun. Kereta ini berjalan melalui kereta bergerigi yang tidak pernah dapat ditemukan di mana saja kecuali di sini dan di Sawahlunto. Panorama keindahan alam, lembah hijau antara gunung ungaran dan Gunung merbabu menjadi pemandangan yang sangat indah dan menarik.

Selain tampilan yang tak kalah indah untuk dinikmati oleh wisatawan dari kereta dan jalur Ambarawa – Tuntang yang memiliki jarak 7 km dapat menyaksikan lanskap menawan dari jarak sawah dan ladang dengan latar belakang Gunung Ungaran, Gunung Merbabu, dan Rawa Pening.
Renovasi besar pada Jun 2013 membuat museum ini benar-benar ditutup, sementara informasi beredar dalam waktu dekat Stasiun kereta api di Ambarawa akan dimanfaatkan lagi secara bertahap sampai kemudian dapat bertemu dengan jalur utama, rute Ambarawa – Jakarta.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s